Persiapan | 6 Bulan Sebelum Pernikahan

Mereka hampir bertengar besar. Lalu Ibu Damar bilang: "Nikah itu memulai hidup, bukan menghabiskan tabungan untuk konten." Akhirnya mereka sepakat prewedding simpel di kebun raya kota. Hasilnya malah lebih intim dan bermakna. Pelajaran: Beda prioritas itu wajar. Yang penting komunikasi tanpa ego. Undangan sudah desain, katering food tasting , kue nikah pesan. Semua berjalan. Tapi Raya mulai susah tidur. Mimpi buruk: mic mati saat akad, gaun sobek, tamu pada pulang.

Fotografer yang mereka dapat cukup mahal, tapi Raya rela mengurangi dekorasi bunga segar jadi bunga imitasi berkualitas. Pelajaran: Pilih 2-3 hal yang paling penting, korbankan sisanya. Raya ingin prewedding di luar negeri. Damar hitung: tiket, hotel, sewa gaun, makeup—bisa untuk DP rumah. Raya kecewa berat. persiapan 6 bulan sebelum pernikahan

Mereka pergi staycation di hotel dekat rumah selama 2 malam sebelum hari-H. Tidak ada dekorasi, tidak ada rundown , tidak ada drama. Hanya mereka berdua, renang, dan room service. Pelajaran: Pasangan yang sehat secara mental dan fisik akan menikmati hari pernikahan. Pasangan yang kelelahan hanya akan bertahan. Akad nikah berlangsung khidmat. Raya hampir menangis saat Damar mengucap ijab kabul dengan suara bergetar. Saat pesta, ternyata buket Raya jatuh saat lempar. Warna sage green di dekorasi terlihat beda karena pencahayaan. Ada tamu yang datang telat. Sound system sempat mati 2 menit. Mereka hampir bertengar besar

Mereka mulai jadwalkan: setiap Sabtu pagi . Ngomongin masa depan: tempat tinggal, gaji, anak, orang tua. Pelajaran: Jangan biarkan persiapan pesta membunuh persiapan pernikahan itu sendiri. Bulan ke-2: Ujian Keluarga Tiba-tiba Ibu Raya minta tambah 20 undangan untuk keluarga jauh. Padahal kapasitas restoran sudah pas. Damar gusar. Raya terjepit. Pelajaran: Beda prioritas itu wajar